|    dtks@kemsos.go.id

Peningkatan Sistem Aplikasi Penyaluran Bansos di Kementerian Sosial RI

  • Peningkatan Sistem Aplikasi Penyaluran Bansos  di Kementerian Sosial RI
  • FotoBerita-00
Jakarta, 5 Agustus 2021 - Menteri Sosial Tri Rismaharini melalui Biro Humas Kementerian Sosial RI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Komisi VIII DPR RI secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Jakarta, Rabu (4 Agustus 2021). Dalam FGD tersebut, Mensos menyampaikan mengenai rencana kebijakan dalam rangka pengelolaan bansos yang lebih baik, akuntabel, dan transparan.
Mensos menyampaikan beberapa permasalahan diantaranya seperti pengelolaan e-warong sehingga beliau merencanakan perbaikan-perbaikan dalam paparannya yang meliputi : 1) kelanjutan mekanisme e-warong; 2) mekanisme proses pengusulan bansos dan sanggahan; 3) direncanakan akan ada konsep program rutilahu yang di match kan dengan program kewirausahaan (prokus) dan program pemberdayaan lainnya.

Hasil identifikasi berdasarkan fakta di lapangan terdapat beberapa pelanggaran seperti : 1) sembako diberikan dalam bentuk paket dengan harga yang tidak wajar; 2) KPM menerima lebih rendah dari ketentuan akibat potongan dari oknum pendamping, dinas sosial, maupun perangkat desa, dan apparat lainnya; 3) lokasi e-warong jauh dari KPM sehingga memerlukan biaya transportasi yang mahal; 4) jenis bahan pangan di luar kewajaran (apel, kentang, beras premium); 5) kartu kombo dan PIN dikuasai oknum; 6) pencairan 3 bulan namun hanya menerima 2 bulan saja; 7) vendor e-warong ditunjuk dan diatur oleh pihak tertentu.

Berdasarkan hal-hal tersebut Kemensos berupaya melakukan perbaikan pengelolaan penyaluran bansos dengan melakukan Langkah-langkah diantaranya : 1) mengajukan solusi dan mengajukan konsep perubahan e-warong menjadi “any warong”; 2) membuat aplikasi usul sanggah data penerima bansos. 

Dengan konsep “any warong”, maka dilakukan perluasan jumlah e-warong dan kemudahan akses bagi KPM dengan menggunakan pilihan bantuan teknologi berbasis smartphone, HP jadul/biasa atau cara lainnya. Implementasi “any warong” juga dilakukan dengan 4 prinsip utama yaitu simplifikasi proses, digitalisasi alat bantu transaksi, demokratisasi e-warong menjadi “any warong”, dan transparansi jenis dan harga sembako yang dibelanjakan.

Dari sisi prinsip digitalisasi, akan ada kemudahan pembukaan rekening e-signature dan e-KYC, KKS digital, dan aplikasi mobile untuk e-warong menjadi “any warong”. Aplikasi ini bisa diunduh melalui smartphone ataupun dapat digunakan melalui USSD di HP jadul/biasa. Aplikasi ini juga mendukung sistem pembayaran berbasis QRIS dari Bank Indonesia (BI). 



Penulis :
Admin

Bagikan :